Written by Administrator Friday, 07 November 2008 17:36
Hipprada Kabupaten Purworejo
Ajak Masyarakat Produksi ‘Besek’
Laporan: Siradj/Hnur dimuat di Majalah Gemari Edisi 94/tahun IX - Nopember 2008
Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada) Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, tampaknya terus membina para remaja hingga dewasa dan lansia. Dalam kiprahnya, Hipprada Kabupaten Purworejo terus memberdayakan masyarakat sekaligus berupaya agar mereka mencitai Tanah Air.
Dalam memberdayakan remaja, Hipprada Kabupaten Purworejo memproduksi pembuatan keranjang ikan pindang, yang biasanya disebut besek. Keranjang yang terbuat dari bambu ini berhasil dipasarkan hingga ke seluruh desa bahkan keluar kota. “Bahkan kami sedang mengadakan pendekatan dengan distributor, yang nantinya akan dipasarkan secara besar-besaran,” ucap Wakil Ketua Hipprada Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, Dra Titik Mintarsih, MPd kepada Gemari di ruang kerjanya, belum lama ini.
Dukungan pembuatan besek ini justru datang dari para petinggi di Kabupaten Purworejo. Oleh karena banyaknya bahan baku untuk pembuatan besek ini, bahkan keranjang terbuat dari bambu tersebut bukan hanya untuk kemasan ikan pindang. “Jadi, kalau awalnya untuk besek kenduri, atau sebagai penghantar makanan dan kue-kue, belakangan malah menjadi bingkisan menarik setelah dibuat asesoris,” paparnya.
Diakui Titik Mintarsih, Kabupaten Purworejo termasuk gudangnya pohon bambu. Maka tak heran bila bahan baku pembuatan besek tidak sulit didapat. “Setiap desa di kabupaten ini memiliki tanaman bambu. Sebab itu, kalau mau produksi besek besar-besaran, kita mampu membuatnya. Apalagi, banyak kaum muda yang bisa direkrut untuk pembuatan besek ini,” dalihnya mantap.
Kiprah Hipprada dalam pembuatan besek pun mendapat sambutan hangat dari Bupati Purworejo H Kelik Sumrahadi, SSos, MM. Tak kepalang tanggung, Bupati Purworejo ini justru mengeluarkan SK (Surat Keputusan) untuk memproduksi keranjang terbuat dari bambu.
“Jadi, Pak Bupati mendukung kita dalam memproduksi besek ini. Dengan adanya SK beliau, kotak kemasan kenduri dari kertas kardus mulai ditinggalkan, kembali ke kemasan besek. Ini artinya memberi penghasilan masyarakat yang memproduksi besek dengan bahan baku dari bambu,” ujar Titik bangga seraya menambahkan, ke depan ia akan berusaha membina pembuatan besek snack, bentuknya agak kecil.
Gerakan Pramuka
Bermula dari senang berorganisasi, diawali dari Gerakan Pramuka, lalu Dra Titik Mintarsih, MPd terus menggeluti berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan. “Karena ada organisasi yang masih aktif di Pramuka yaitu Himpunan Pandu dan Pramuka Wreda (Hipprada), yang anggotanya sudah tua-tua, sehingga memotivasi saya untuk aktif di Hipprada,” Titik berkisah awal aktifnya di Hipprada.
“Bagi saya, adanya orang tua adalah merupakan sebuah figur yang bisa membangkitkan motivasi saya. Maka, saya sangat mendukung kegiatan Hipprada ini, sampai suatu saat mesti membantu sepenuh hati dan keikhlasan hati,” ucap wanita yang akhirnya duduk sebagai Wakil Ketua Hipprada Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Bersama Drs H Istiharto Pudrhmoemarto, selaku Ketua Hipprada Kabupaten Purworejo, Titik berusaha untuk merealisasi kegiatan Hipprada di antaranya kegiatan utamanya adalah pemberdayaan masyarakat. “Intinya bahwa himpunan pandu pramuka itu peduli terhadap masyarakat dan peduli terhadap kesejahteraan anggotanya. Dengan kegiatannya bersama pak Istiharto yang dilaksanakan di antaranya nyanyi-nyanyi itu saya senang sekali,” ujar wanita yang aktif juga sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bener, Purworejo, Jateng.
Pertama, kata Titik, melalui media menyanyi – khususnya lagu-lagu wajib - itu sangat tepat. Kedua, adalah silaturahmi karena di Kabupaten Purworejo sudah ada Hipprada di tiap-tiap kecamatan, dan yang aktif kebanyakan para pensiunan. “Belum lama ini baru saja kita melaksanakan pembinaan Gudep Teritorial di Desa Palam, yaitu berupa peningkatan hortikultura. Saya melihat berkembang sekali, akhirnya nama Hipprada bisa eksis sampai ke desa-desa,” jelasnya.
Gudep Teritorial baginya adalah Gudep yang betul-betul anggotanya dari berbagai institusi. Terdapat juga pengangguran yang kurang tersalurkan baik yang memiliki bakat, minat, maupun kemampuan. Dan yang menjadi program Hipprada tahun ini adalah Gudep Teritorial Desa Mayang Sari, Kecamatan Bener. Karena keterbatasan prasarana di Hipprada maka ia menjalin dengan organisasi lain atau instansi lain terkait. Instansi yang sering disambangi adalah Dinas Pertanian dan Peternakan.
Sedangkan organisasi yang sedang bergerak terutama Paguyuban Bakti Praja karena Paguyuban Bakti Praja adalah himpunan mantan-mantan DPR, Bupati, Sekda, dan mantan Sekmen. Ini sangat menarik karena mendapat anggaran dari APBD. Selain itu Hipprada juga bekerja sama dengan DHC-45 yang menggarap tentang Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN). “Karena kami merasa sangat prihatin dengan generasi muda sekarang yang sangat tipis dengan Cinta Tanah Air. Sebab itu, menjadi tanggung jawab kita untuk meneruskan masalah ini,” dalihnya.
“Memang materi itu yang sedang kami sosialisasikan. Di situ kita tidak hanya sekedar teori tetapi pak Istiharto selalu menerapkan, menghayati tentang lagu wajib di mana saja berada. Dan kami sepakat dengan komitmen ketua kami yaitu pak Istiharto bahwa di mana pun, kapan pun terutama saya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Bener, Purworejo, Jateng, harus menyanyikan lagu wajib sebagai komitmen kami untuk mengamalkan pancasila,” urainya panjang lebar. Siraj/H NUR