WONOGIRI SIAP MEMBANGUN POSDAYA

Menko Kesra, Agung Laksono, meresmikan Seminar tentang Budaya dan Pembangunan Ekonomi Kerakyatan di Kabupaten Wonogiri di Jawa Tengah. Peresmian Seminar yang diprakarsai oleh Pemerintah Daerah dan Yayasan Kartagama itu menghadirkan tiga nara sumber pembawa makalah Prof. Dr. Haryono Suyono, Prof Dr Ir Rahadi Ramelan, MSc. dan Oetoyo Oesman SH, yang dalam bidangnya membawakan penjelasan tentang falfasah Pancasila yang jelas-jelas mengamanatkan Pancasila dan koperasi sebagai soko guru dan taruhan untuk pembangunan ekonomi nasional Indonesia.

Penjelasan dan penghargaan diberikan oleh Menko Kesra karena Bupati Wonogiri dalam masa tugasnya yang hampir dua periode ini telah berhasil membangun koperasi primer tingkat RT dan RW hampir 7000 kelompok di seluruh wilayah kabupaten Wonogiri. Pembangunan koperasi primer itu dimulai pada masa jabatan pertama dan antara lain didukung kredit dari Bank BPD Jateng melalui penyediaan dana oleh Yayasan Damandiri sekitar lima milyar rupiah.


Dalam kesempatan laporan maupun pemberian akad kredit oleh beberapa bank yang beroperasi di Wonogiri, dalam acara itu disebutkan bahwa koperasi primer yang berbadan hukum mendapatkan krerdit dari beberapa bank, termasuk kredit Pundi yang dananya  berasal dari Yayasan Damandiri. Diketahui pula bahwa hampir 7000 koperasi itu banyak yang tumbuh dengan baik dan berhak mendapat kredit dengan jumlah dana yang lebih besar lagi.

Biarpun banyak koperasi mengalami kemajuan, Bupati tidak menolak masih adanya koperasi atau rakyat yang belum mendapat kemajuan yang berarti dan memerlukan bimbingan dan modal dengan bunga pinjaman yang lebih ringan. Menanggapi permintaan Bupati tersebut, Ketua Yayasan Damandiri, Prof. Dr. Haryono Suyono, mengajak Bupati dan masyarakat untuk memadukan pengembangan ekonomi kerakyatan tersebut menjadi suatu gerakan yang gegap gempita yang sekaligus menyelesaikan komitmen pemerintah dalam menuntaskan MDGs, atau meningkatkan Index Pembangunan Manusia (IPM) sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Tengah “Bali Desa mBangun Desa”.

Gagasan gerakan itu mendapat dukungan para panelis Prof. Dr. Ir. Rahadi Ramelan, MSc. dan Oetoyo Oesman, SH, yang menambahkan bahwa dalam gerakan diperlukan komitmen dan semangat yang membara agar upaya itu tidak berhenti di tengah jalan dan tetap membara sepanjang masa. Gerakan memerlukan kepemimpinan yang luar biasa agar para pengikutnya tidak luntur dan takut menghadapi kesulitan atau halangan. Setiap hambatan harus bisa diubah menjadi peluang untuk maju dengan dukungan kekuatan sumber daya manusia yang bermutu sebagai penggerak utamanya. Ketua Yayasan Kartagama, Harmoko, juga sependapat dan berjanji merumuskan hasil Seminar sebagai upaya untuk memberi dukungan terhadap upaya pembangunan Ekonomi Pancasila yang diikuti partisipasi aktip dari segenap rakyat di Wonogiri.

Seluruh peserta dan pimpinan daerah dianjurkan untuk membentuk dua Tim, yang pertama merumuskan hasil Seminar dan yang kedua segera mengadakan pertemuan untuk menjadikan koperasi sebagai basis atau forum Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang akan mendorong pengembangan program dan kegiatan penuntasan MDGs untuk mengembangkan Ekonomi Kerakyatan, Koperasi atau Ekonomi Pancasila di Wonogiri. Pengembangan dukungan Posdaya itu memungkinkan anggota koperasi yang terdiri dari keluarga muda meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan, pelatihan ketrampilan, kesehatan dan dukungan lingkungan yang memadai. Pengembangan Posdaya memungkinkan adanya kerjasama gotong royong antar keluarga sehingga anggota koperasi dapat saling memberi dukungan tanggung jawab renteng dan akhirnya mendapat modal yang lebih memadai.

Yayasan Damandiri mempunyai komitmen membantu Pemda dan masyarakat Wonogiri melalui kegiatan fasilitasi bersama Perguruan Tinggi lainnya di Jawa Tengah yang telah bekerja sama membangun Posdaya, mencarikan kredit untuk koperasi dengan subsidi bunga serta menggerakkan dukungan pelayanan pendidikan, kesehatan dan pengembangan lingkungan yang kondusif serta menguntungkan keluarga muda yang menjadi sasaran utama pemberdayaan. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Damandiri, www.haryono.com).