Last Updated on Tuesday, 28 October 2008 19:07 Written by Rahman Monday, 27 October 2008 20:57

Solidaritas antar Negara ASEAN juga tergambar dari nama pantai di setiap Negara ASEAN yang digunakan sebagai nama sub camp di perkemahan ini, seperti Pantai Phataya di Thailand, Parangtritis di Indonesia dan nama pantai lannya seperti Tanjong, Nhatang, Radang, Sokha, Noapali, Tungku, Pha Tat Long, dan Alona. Hal ini dimaksudkan selain sebagai ilmu pengetahuan juga sebagai sarana pertukaran budaya.
Agar dapat menumbuhkan rasa persaudaraan yang lebih kental di antara mereka (peserta perkemahan,red), maka rangkaian kegiatan pada ASEAN Solidarity kali ini diawali kunjungan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. DR.Dr.H. Azrul Azwar, MPH yang saat itu di dampingi Ketua Panitia The ASEAN Scout Jamboree2008, Amoroso Katamsi dan Ketua Bidang Kegiatan, Susi Yuliati ke Kelurahan Munjul, Cibubur, Jakarta Timur.
Di sana, rombongan diterima oleh Lurah Munjul, Iin Muthmainah yang telah menunggu untuk bersama menandatangani prasasti sebagai bukti bahwa peserta The ASEAN Scout Jamboee 2008 telah melaksanakan kegiatan bakti di wilayahnya.
Dikatakan Ka Kwarnas, bahwa momentum ini jarang sekali terjadi, dimana anak-anak muda dari Negara ASEAN berkumpul menyatukan sikap untuk terus membina hubungan silahturahmi antar warga ASEAN. Ini sesuatu yang sangat baik di tengah komplit yang masih mewarnai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pandu tidak mengenal itu, dan pandu selalu mengedepankan perdamaian antar sesama.
Selain melaksanakan kerja bakti di beberapa sekolah sekitar Kelurahan Munjul, terdapat pula pelayanan kesehatan berupa berobat gratis bagi warga sekitar. “Kesehatan di sini intinya juga membangun perilaku bersih, namun di sini ada juga masyarakat yang belum menyadari tentang kebersihan, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk selalu kita lakukan setiap hari jumat, guna mengurangi resiko penyakit demam berdarah. Para kader kesehatan yang berjumlah 103 orang dengan 74 RT yang tersebar di wilayah kelurahan sangat aktif”, jelas lurah Iin rinci.
Menanggapi peserta yang datangnya tak hanya dari Indonesia, Lurah Iin pun menyampaikan kegembirannya, ”Saya pikir dengan kunjungan tamu dari luar negeri ke wilayah kita, kita sangat berterima kasih sekali, menunjukkan bahwa menjalankan hidup rukun sehinga nilai-nilai universal yang diberikan nenek moyang kita bisa kita tetap lestarikan,” ungkap lurah wanita yang terkesan mengikuti kegitan kepramukaan saat Siaga dulu.
Salah satu peserta asal Brunei Darussalam, Luciana (15) juga mengaku senang membantu pelayanan kesehatan di kegiatan ini, “That’s good and we can help people and kita orang dapat pahala, membantu orang yang untuk beobat gratis,” ungkapnya dengan bahasa campur ala Inggris dan Melayu.
Selaras dengan Muhhammad Abdul Jabbar Al Aziiz, Anggota Pramuka Penggalang dari Kwarda Jawa Tengah yang mengaku sangat terkesan, ”Kesan saya sangat senang sekali bisa membantu masyarakat berobat gratis di Kelurahan Munjul ini, selain itu kami juga membersihkan lingkungan dan memperindah lingkungan, dan untuk teman teman di ASEAN, tetaplah semangat, raihlah prestasi dan jagalah perdamaian dunia,”
Semangat solidaritas yang terjalin dalam kegiatan regional ini, memang menjadi issue yang menarik untuk terus didengungkan, seperti yang ditegaskan oleh Kepala Departemen Agama, Jakarta Timur, ”H.Aslih Kurniawan SH, MM berikut ini, ”Persatuan dan persaudaran sangat dibutuhkan, dalam rangka menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” (KN)