MEMBANGUN BUDAYA BARU


Written by Rahman
Friday, 12 February 2010 20:00
Badan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (BK3S) Jawa Barat mengadakan Musyawarah Daerah yang marak. Dalam kesempatan itu seluruh organisasi sosial kemasyarakatan dan Koordinasi Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) kabupaten/kota dari seluruh Jawa Barat diharapkan hadir dan memberikan dukungan yang gegap gempita terhadap usaha sosial di Jawa Barat. Musyawarah ini sangat penting berhubung disyahkannya UU nomor 11 tahun 2009, DNIKS sedang gencar-gencarnya menyegarkan budaya “cinta kasih terhadap sesama anak bangsa”.
Dalam konteks itu DNIKS yang bermusyawarah nasional di Bandung tahun lalu, telah membentuk pengurus lengkap yang berbulat tekad mengusung visi terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera dan adil melalui upaya kesejahteraan dan pembangunan sosial yang gegap gempita. Upaya pembangunan sosial yang memberikan perhatian yang sama dengan upaya pembangunan ekonomi, politik dan lainnya. Bukan suatu pembangunan sosial yang hanya menangani sisa-sisa atau korban hasil pembangunan semata.
Dengan gigih pengurus baru DNIKS sepakat bersama-sama mendorong paradigma baru pembangunan sosial yang tercermin dalam UU nomor 11 tahun 2009, yaitu menyempurnakan pendekatan rehabilatasi dan jaminan sosial dengan paradigma pemberdayaan dan perlindungan sosial yang ditujukan kepada keluarga dan penduduk secara keseluruhan, bukan hanya keluarga yang mempunyai masalah sosial semata. Proses pemberdayaan dan perlindungan itu disegarkan menjadi budaya peduli dan cinta kasih sesama anak bangsa. Suatu budaya yang sebenarnya telah ada dalam masyarakat kita, budaya yang kemudian dirumuskan menjadi inti Pancasila, budaya gotong royong yang telah mengantar bangsa yang besar ini merdeka dan berdaulat sejajar dengan penuh kebanggaan dengan bangsa-bangsa lain di dunia.
Gerakan besar ini dipacu dengan misi utama peningkatan partisipasi masyarakat secara luas dalam pembangunan sosial kemasyarakatan, utamanya diajak generasi muda, yang biasanya sangat dinamis, untuk terjun secara aktif, menikmati keindahan dan dinamika pembangunan sosial kemasyarakatan pada tingkat akar rumput dalam suatu forum silaturahmi dan kelompok pembangunan pedesaan yang marak dikembangkan dewasa ini, yaitu Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya).
Dalam forum Posdaya tersebut masyarakat disegarkan kebiasaannya di masa lalu untuk bermusyawarah untuk mencapai mufakat, musyawarah untuk mengusahakan titik temu tanpa caci maki, tanpa menang sendiri, suatu musyawarah untuk meningkatkan program-program pengembangan keberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh semua untuk semua. Kesepakatan itu dikembangkan menjadi advokasi oleh setiap keluarga guna mempengaruhi tumbuhnya kebijakan yang berpijak kepada komitmen terhadap pengembangan program dan kegiatan kesejahteraan sosial yang tujuannya mencapai keadilan dan kesejahteraan yang makin merata. Karena tujuannya adalah kesejahteraan yang makin merata, harus diyakinkan agar program dan kegiatan itu berpihak pada yang lemah, pada keluarga muda, miskin dan terlantar tanpa meninggalkan motivasi bagi keluarga yang sudah mapan untuk menumbuhkan perhatian dan cinta kasih terhadap sesama anak bangsa.
Visi dan misi yang demikian luas tidak mungkin dicapai dalam waktu singkat. Oleh karena itu program utama yang dikembangkan dalam empat tahun mendatang adalah membangun budaya peduli dan cinta kasih terhadap sesama anak bangsa. Melalui pembangunan budaya ini diharapkan masyarakat, dengan kekuatan mandiri, tidak perlu menunggu instruksi dari manapun datangnya, berani mengambil prakarsa ikut dalam gerakan pemberdayaan sesama anak bangsa. Keluarga muda, siapapun dan dimanapun berada, diharapkan berbondong bondong ikut membangun budaya hidup sehat, memelihara lingkungannya, memelihara kesehatannya, dan tidak segan-segan membantu sesamanya untuk hidup dalam suatu keteraturan sehingga tidak sakit, berguna untuk sesamanya dan lingkungannya, belajar dan berlatih agar bisa menjadi manusia cerdas, serta hidup panjang dengan bekerja keras dan beramal ibadah sehingga menjadi keluarga sejahtera yang selalu mengabdi kepada kemanusiaan dengan hati yang tulus.
Semua langkah dalam membangun perhatian dan cinta kasih sesama anak bangsa itu digelar dalam tataran yang baru, bukan dalam bentuk charity atau belas kasihan, tetapi dalam wujud ajakan dan tuntunan bekerja keras dan cerdas sehingga menghasilkan perubahan dari keluarga yang tertinggal menjadi keluarga yang sehat dan sejahtera. Karena itu seluruh rakyat diajak untuk bersama-sama mengubah cara berfikir, mereformasi diri, tidak manja atau selalu menggantungkan diri pada pemberian hadiah, mudah didapat dan konsumtip, tetapi bersedia bekerja keras dan cerdas untuk menyongsong masa depan yang sejahtera.
Untuk itu diperlukan lembaga yang lincah dan bermutu sehingga bisa mendampingi masyarakat, dan siap mengajak generasi muda yang masih sekolah, masih kuliah, dan semua kalangan yang mempunyai minat untuk berbuat amal ibadah, atau ingin terjun dalam bidang sosial, memperoleh kesempatan ikut serta dalam gerakan yang gegap gempita. Gerakan ini memberi kesempatan kepada semua kalangan, tanpa hambatan birokrasi untuk ikut terjun dan mengambil prakarsa menggerakan dirinya, atau kelompoknya dalam usaha-usaha pemberdayaan sosial kemasyarakatan yang mengantar keluarga muda, penduduk muda, mulai saat sangat dini, ikut terjun dalam usaha peduli terhadap upaya pemberdayaan dan menghindari rasa kasihan dan membiasakan diri tidak memberikan charity yang salah.
Pesan-pesan inilah yang telah disampaikan dalam Musda BK3S Jawa Barat dengan harapan menumbuhkan motivasi untuk bersama-sama mengembangkan penelitian dan upaya pengembangan yang memperkuat persatuan dan kesatuan dalam Posdaya mengantar masa depan keluarga sejahtera di Indonesia. (Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Umum DNIKS, www.haryono.com).