|
Statistics |
|
Visitors: 256312
|
|
Internasional
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Prof.Dr.dr. Azrul Azwar, MPH, bersama Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Filatelis Indonesia (PP PFI), Letjen TNI (Purn) R. Soeyono, bersama-sama menandatangani Sampul Peringatan (SP) Jambore Kepanduan ASEAN (ASEAN Scout Jamboree) 2008 di arena Pameran Filateli Internasional Asia “Jakarta 2008” yang digelar di Jakarta International Trade & Exhibition Center (JITEC), Manggadua Square, Jakarta Utara, Jumat (24/10) pagi. Penandatangan itu juga disaksikan oleh para filatelis dari 24 negara di Asia-Pasifik dan perwakilan pandu dari 9 negara anggota ASEAN yang sedang mengikuti Jambore Kepanduan ASEAN 2008 dari 18 sampai 26 Oktober 2008. Sementara Pameran Filateli “Jakarta 2008” berlangsung dari 23 sampai 28 Oktober 2008.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PP PFI R. Soeyono mengharapkan semakin banyak anggota kepanduan yang menggemari hobi mengumpulkan prangko dan benda-benda pos lainnya. “Prangko bukan sekadar secarik kertas kecil untuk biaya pengiriman surat, tetapi juga merupakan duta dari suatu negara, dan kita dapat belajar banyak dari gambar dan tulisan yang ada di sebuah prangko,” ujar R. Soeyono. Sementara itu, Ketua Kwarnas yang akrab dipanggil Kak Azrul mengatakan, bahwa kegiatan filateli dan pramuka ada hubungannya. Sama-sama mengajarkan orang untuk sabar, teliti, rapi, cermat, dan mengembangkan persaudaraan. Bahkan menurut Kak Azrul, sejak lama di Gerakan Pramuka telah dikenal Tanda Kecakapan Khusus Pengumpul Prangko. SP Jambore Kepanduan ASEAN 2008 yang diluncurkan dalam edisi terbatas hanya 2.000 lembar dengan harga Rp7.000 perlembar, sejak diterbitkan sampai pukul 13.00 WIB telah habis terjual di arena pameran filateli itu. Menurut Kepala Unit Bisnis Filateli PT Pos Indonesia, Abdussyukur, jumlah yang masih ada disediakan untuk para pelanggan yang telah memesan sebelumnya. Tetapi kalau pencinta filateli yang menginginkan sampul peringatan tersebut, dapat diperoleh di stand PT. Pos Indonesia di depan Kadai Pramuka di Arena Jambore Pramuka ASEAN, Bumi Perkemahan Pramuka Cibubur, Jakarta. Sementara itu hadir pula Pembina Pandu dari Boy Scouts of America dan dari Venezuela. Keduanya hadir sebagai peninjau untuk melihat kegiatan Jambore Kepanduan ASEAN 2008. Menurut mereka, kegiatan kepanduan yang melibatkan para pandu dari banyak negara ini, merupakan kegiatan yang baik untuk mengembangkan persaudaraan antarpandu dan adalah salah satu cara untuk memperbaiki dunia, sehingga keadaan dunia menjadi lebih baik dan damai sejahtera. (KN) |
|
Jakarta, Minggu (26/10) kegiatan The ASEAN Scout Jamboree 2008 (The ASJ 2008) resmi ditutup. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof DR Dr Azrul Azwar,MPH menutup kegiatan bagi Pramuka Penggalang (13-16 tahun) yang telah berlangsung sejak 18 Oktiber 2008 di Bumi Perkemahan Wiladatika (Buperta) Cibubur. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana membangun persaudaraan dan pemahaman budaya antar Negara ASEAN, seusia dengan tema “Developing Brotherhood and Cultural Understanding (Membangun persaudaraan dan pemahaman budaya),”   
Indonesia mendapatkan kepercayaan dari ASEAN Scout Association untuk menyelenggarakan The ASEAN Scout Jamboree. Jamboree ini diikuti 9 dari negara-negara ASEAN, jadi Sembilan Negara hadir disini, satu sebagai observer yaitu dari Negara Laos. Kegiatan yang dilakukan mencakup berbagai aspek mulai dari kegiatan-kegiatan kepramukaan, jelajah, alam, sampai dengan kebudayaan. Tujuannya adalah meningkatkan persahabatan, brotherhood, diantara geberasi muda ASEAN. Persahabatan ini sangat penting dalam rangka mewujudkan masyarakat asean yang damai, pada masa yang akan datang. Kalau kita ingin mempunyai Negara dengan hubungan yang baik dengan negara tentangga. Mudah-mudahan jamboree ini mmberikan kontribusi terhadap mewujudkan masa depan tersebut,”ungkap Kak Azrul. |
|
Read more...
|
|
Jakarta, Gerakan Pramuka merupakan wadah pembentukan karakter yang sangat efisien. Sebab pembentukan karakter di dalam Gerakan Pramuka dilaksanakan secara berkesinambungan sesuai dengan tingkatannya. Proses pertama untuk mengenyam pendidikan Gerakan Pramuka adalah dalam usia 7-10 tahun, disini mereka digolongkan sebagai Pramuka Siaga, Pramuka Penggalang Usia (11-15 tahun), Pramuka Penegak usia (16-20 tahun) dan Pramuka Pandega usia (21-25 tahun). Berbagai kegiatan dapat diikuti dalam kurun waktu usia tersebut disebut sebagai Usia Peserta Didik. 
Salah satu kegiatan untuk Pramuka Penggalang setaraf Asia adalah The ASEAN Scout Jamboree 2008 (The ASJ 2008). Kegiatan tersebut berlangsung di Bumi Perkemahan Wiladatika (Buperta) Cibubur sejak 18 -26 Oktober 2008. Mengusung tema “Developing Brotherhood and Cultural Understanding (Membangun Persaudaraan dan Pemahaman Budaya)”, kegiatan ini menjadi sarana bagi para peserta yang hadir dari dari 33 provinsi dan 8 Negara ASEAN. |
|
Read more...
|
|
Jakarta, Kegiatan hari kedua pada penyelenggaraan The ASEAN Scout Jamboree 2008 berlangsung semakin meriah. Pergerakan peserta dari tiap kelurahan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB menuju lokasi kegiatan semakin lancar dan wajah penuh keceriaan. Salah satu kegiatan yang diminati adalah ASEAN Solidarity, sebuah kegiatan bakti masyarakat yang juga mengusung semangat solidaritas ASEAN. 
Solidaritas antar Negara ASEAN juga tergambar dari nama pantai di setiap Negara ASEAN yang digunakan sebagai nama sub camp di perkemahan ini, seperti Pantai Phataya di Thailand, Parangtritis di Indonesia dan nama pantai lannya seperti Tanjong, Nhatang, Radang, Sokha, Noapali, Tungku, Pha Tat Long, dan Alona. Hal ini dimaksudkan selain sebagai ilmu pengetahuan juga sebagai sarana pertukaran budaya. |
|
Read more...
|
| |
|
| << Start < Prev 1 2 Next > End >>
| | Results 1 - 5 of 8 |
|
|